Kamis, 26 September 2013

JATI DIRI PENGGGERAK WAWASAN

JATI DIRI PENGGERAK WAWASAN

Masih banyak yang bingung tentang konsep jadi diri. Maka ada ada istilah mencari jati diri. Apakah Anda sudah menemukan jati diri Anda? Atau masih mencarinya?
Terlepas apakah Anda sudah menemukannya atau belum, maka perlu di pertimbangkan lagi, apakah konsep jati diri kita sudah betul tidak? Jika salah, bahaya! Sebab semua tindakan kita akan berdasar pada konsep jati diri kita. Jika salah, maka tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita bisa celaka, baik di dunia dan di akhirat.
Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan berikan ruh olah Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal, dan jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al Hijr:28)

Jati diri adalah ciri khas dan karakter dasar yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bangsa  yang menonjolkan sosok identitasnya. Jati diri dapat dikatakan sebagai pembeda suatu bangsa dengan bangsa lain. Bahasa dan sastra daerah adalah salah satu simbol jati diri. Dengan bahasa, suatu bangsa bisa bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan. Pentingnya jati diri yaitu sebagai wawasan untuk membawa bangsa menuju ke peradaban dunia yang semakin meng-global ini. Jika dilihat secara cermat, bahasa Indonesia sudah berbeda dengan zaman dahulu. Semakin berkembangnya zaman dan pengaruh bahasa luar, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kini justru semakin tenggelam dan sulit dipertahankan. Akibatnya, bahasa asli peninggalan nenek moyang sudah mulai tergeser oleh arus globalisasi. Disisi lain, masyarakat lebih senang jika menggunakan bahasa gaul atau menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa. Padahal, kosakata tersebut ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Maka dari itu, sikap yang tidak menjunjung tinggi nilai dan bahasa persatuan harus kita kikis karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa. Tak seharusnya masyarakat membiarkan hal itu terjadi. Jika hal tersebut dibiarkan, bisa jadi jati diri bangsa Indonesia terancam larut dalam arus budaya globalisasi yang sedang mengancam dunia.

Sebagai warga negara yang baik, kita tidak boleh kehilangan jati diri yang merupakan ciri khas dan kepribadian bangsa. Dengan melatih dan membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar adalah salah satu cara untuk menanggulangi pudarnya keaslian bangsa kita. Untuk memperkuat dan mempertahankan jati diri tersebut, perlu dukungan dan peran serta dari berbagai pihak. Disamping menerapkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan bahasa kita tersebut, kita juga akan mendapatkan manfaat karena ilmu pengetahuan dan wawasan akan membanjiri otak para pemuda Indonesia. Dengan jati diri yang kokoh, bangsa ini akan semakin bermartabat sehingga mampu bersaing di ajang globalisasi.

Kobaran semangat dan jiwa kebangsaan adalah wujud pengamalan nilai-nilai pancasila karena pancasila merupakan dasar dari pandangan, pegangan dan petunjuk hidup bermasyarakat. Pancasila adalah pandangan hidup sekaligus sebagai jati diri bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia harus bisa memaknai arti pancasila karena pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia sendiri yang didalamnya terdapat lima pancasila dan nilai-nilai yang memiliki makna yang sangat berarti dan bermanfaat bagi Negara Indonesia. Jati diri bangsa akan nampak dalam karakter bangsa yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai luhur bangsa. Bagi bangsa Indonesia nilai-nilai luhur bangsa  terdapat dalam dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni Pancasila, yang merupakan penjabaran dari konsep religiusitas, humanitas, nasionalitas, dan sosialitas. Membangun jati diri bangsa Indonesia berarti membangun jati diri setiap manusia Indonesia, yang tiada lain adalah membangun Manusia Pancasila. Jati diri bangsa kita di dalamnya tedapat nilai-nilai dasar berupa adat istiadat dan nilai –nilai kerarifan local ini di jadikan sebagai dasar dan sebagai acuan bagi kita sebagai bangsa Indonesia di dalam mengembangkan sains dan teknologi.

Bagaimana cara mempertahankan jati diri agar tetap kokoh? Untuk melestarikan kesinambungan kehidupan masyarakat agar tetap mengacu pada nilai-nilai pancasila tentu saja kita harus menjungjung jati diri bangsa. Unsur-unsur budaya asing yang sesuai dengan kepribadian bangsa dapat kita ambil, sedangkan yang tidak sesuai harus  kita tinggalkan. Dengan demikian keberadaan bangsa kita akan terus ada meskipun begitu derasnya pengaruh dari luar.

Selasa, 13 November 2012

TENAGA ANGIN
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Tenaga angin menunjuk kepada pengumpulan energi yang berguna dari angin. Pada 2005, kapasitas generator tenaga-angin adalah 58.982 MW, hasil tersebut kurang dari 1% penggunaan listrik dunia. Meskipun masih berupa sumber energi listrik minor di kebanyakan negara, penghasilan tenaga angin lebih dari empat kali lipat antara 1999 dan 2005.
Kebanyakan tenaga angin modern dihasilkan dalam bentuk listrik dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan generator listrik. Pada kincir angin energi angin digunakan untuk memutar peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik, seperti menggiling "grain" atau memompa air.
Tenaga angin digunakan dalam ladang angin skala besar untuk penghasilan listrik nasional dan juga dalam turbin individu kecil untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.
Tenaga angin banyak jumlahnya, tidak habis-habis, tersebar luas, bersih, dan merendahkan efek rumah kaca.

Ekonomi

Pada tahun-tahun belakangan ini, biaya tenaga listrik dihasilkan-angin telah turun banyak, dan kini lebih rendah dari biaya listrik dihasilkan-bahan bakar. Sejak 2004, tenaga angin telah menjadi bentuk penghasilan tenaga baru yang paling murah.

[sunting]Penggunaan

[sunting]Skala besar

Kapasitas tenaga angin yang terpasang
(akhir tahun)[1]
Kapasitas (MW)
UrutanNegara20052004
01Jerman18.42816.629
02Spanyol10.0278.263
03AS9.1496.725
04India4.4303.000
05Denmark3.1283.124
06Italia1.7171.265
07Britania Raya1.353888
08China1.260764
09Belanda1.2191,078
10Jepang1.040896
11Portugal1.022522
12Austria819606
13Perancis757386
14Kanada683444
15Yunani573473
16Australia572379
17Swedia510452
18Irlandia496339
19Norwegia270270
20Selandia Baru168168
21Belgia16795
22Mesir145145
23Korea Selatan11923
24Taiwan10313
25Finlandia8282
26Polandia7363
27Ukraina7369
28Kosta Rika7070
29Maroko6454
30Luxemburg3535
31Iran3225
32Estonia303
33Filipina2929
34Brasil2924
35Republik Ceko2817
Total dunia58.98247.671
Ada ribuan turbin angin yang beroperasi, dengan kapasitas total 58.982 MW yang 69% berada di Eropa (2005). Dia merupakan cara alternatif penghasilan listrik yang paling tumbuh cepat dan menyediakan tambahan yang berharga bagi stasiun tenaga berskala besar yang berbeban besar. Penghasilan kapasitas listrik diproduksi-angin berlipat empat antara 1999 dan 2005. 90% dari instalasi tenaga angin berada di AS dan Eropa. Pada 2010, Asosiasi Tenaga Angin Duniamengharapkan 120.000 MW akan terpasang di dunia.
JermanSpanyolAmerika SerikatIndia dan Denmark telah membuat invesatasi terbesar dalam penghasilan listrik dari angin. Denmark terkenal dalam pemroduksian dan penggunaan turbin angin, dengan sebuah komitmen yang dibuat pada 1970-anuntuk menghasilkan setengah dari tenaga negara tersebut dengan angin. Denmark menghasil lebih dari 20% listriknya dengan turbin angin, persentase terbesar dan ke-lima terbesar dari penghasilan tenaga angin. Denmark dan Jerman merupakan eksportir terbesar dari turbin besar.
Penggunaan tenaga angin hanya 1% dari total produksi listrik dunia (2005). Jerman merupakan produsen terbesar tenaga angin dengan 32% dari total kapasitas dunia pada 2005; targetnya pada 2010, energi terbarui akan memenuhi 12,5% kebutuhan listrik Jerman. Jerman memiliki 16.000 turbin angin, kebanyakan terletak di utara negara tersebut - termasuk tiga terbesar dunia, dibuat oleh perusahaan Enercon (4,5 MW), Multibrid (5 MW) dan Repower (5 MW). Provinsi Schleswig-Holstein Jerman menghasilkan 25% listriknya dari turbin angin.