JATI
DIRI PENGGERAK WAWASAN
Masih banyak yang bingung tentang konsep jadi diri. Maka ada ada istilah mencari jati diri. Apakah Anda sudah menemukan jati diri Anda? Atau masih mencarinya?
Terlepas apakah Anda sudah menemukannya atau belum, maka perlu di pertimbangkan lagi, apakah konsep jati diri kita sudah betul tidak? Jika salah, bahaya! Sebab semua tindakan kita akan berdasar pada konsep jati diri kita. Jika salah, maka tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita bisa celaka, baik di dunia dan di akhirat.
Manusia adalah mahluq Allah yang terbuat dari tanah dan berikan ruh olah Allah. Kemudian manusia dilengkapi dengan potensi hati, akal, dan jasad. Hati dan akal adalah potensi yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluq lainnya.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (QS. Al Hijr:28)
Jati diri adalah ciri
khas dan karakter dasar yang dimiliki oleh seseorang atau suatu bangsa yang menonjolkan sosok identitasnya. Jati
diri dapat dikatakan sebagai pembeda suatu bangsa dengan bangsa lain. Bahasa
dan sastra daerah adalah salah satu simbol jati diri. Dengan bahasa, suatu
bangsa bisa bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan. Pentingnya jati diri yaitu
sebagai wawasan untuk membawa bangsa menuju ke peradaban dunia yang semakin
meng-global ini. Jika dilihat secara cermat, bahasa Indonesia sudah berbeda dengan
zaman dahulu. Semakin berkembangnya zaman dan pengaruh bahasa luar, penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar, kini justru semakin tenggelam dan sulit
dipertahankan. Akibatnya, bahasa asli peninggalan nenek moyang sudah mulai
tergeser oleh arus globalisasi. Disisi lain, masyarakat lebih senang jika
menggunakan bahasa gaul atau menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa.
Padahal, kosakata tersebut ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Maka dari itu,
sikap yang tidak menjunjung tinggi nilai dan bahasa persatuan harus kita kikis
karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati
diri bangsa. Tak seharusnya masyarakat membiarkan hal itu terjadi. Jika hal
tersebut dibiarkan, bisa jadi jati diri bangsa Indonesia terancam larut dalam
arus budaya globalisasi yang sedang mengancam dunia.
Sebagai warga negara yang baik, kita tidak boleh
kehilangan jati diri yang merupakan ciri khas dan kepribadian bangsa. Dengan
melatih dan membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar adalah
salah satu cara untuk menanggulangi pudarnya keaslian bangsa kita. Untuk
memperkuat dan mempertahankan jati diri tersebut, perlu dukungan dan peran
serta dari berbagai pihak. Disamping menerapkan kebijakan-kebijakan yang
menguntungkan bahasa kita tersebut, kita juga akan mendapatkan manfaat karena ilmu
pengetahuan dan wawasan akan membanjiri otak para pemuda Indonesia. Dengan jati
diri yang kokoh, bangsa ini akan semakin bermartabat sehingga mampu bersaing di
ajang globalisasi.
Kobaran semangat dan jiwa kebangsaan adalah
wujud pengamalan nilai-nilai pancasila karena pancasila merupakan dasar dari
pandangan, pegangan dan petunjuk hidup bermasyarakat. Pancasila adalah
pandangan hidup sekaligus sebagai jati diri bangsa dan dasar Negara Republik
Indonesia. Masyarakat Indonesia harus bisa memaknai arti pancasila karena
pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia sendiri yang didalamnya terdapat
lima pancasila dan nilai-nilai yang memiliki makna yang sangat berarti dan
bermanfaat bagi Negara Indonesia. Jati diri bangsa akan nampak dalam karakter
bangsa yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai luhur bangsa. Bagi bangsa
Indonesia nilai-nilai luhur bangsa terdapat dalam dasar negara Negara
Kesatuan Republik Indonesia yakni Pancasila, yang merupakan
penjabaran dari konsep religiusitas, humanitas, nasionalitas,
dan sosialitas. Membangun jati diri bangsa Indonesia berarti
membangun jati diri setiap manusia Indonesia, yang tiada lain adalah membangun Manusia
Pancasila. Jati diri bangsa kita di dalamnya tedapat
nilai-nilai dasar berupa adat istiadat dan nilai –nilai kerarifan local ini di
jadikan sebagai dasar dan sebagai acuan bagi kita sebagai bangsa Indonesia di
dalam mengembangkan sains dan teknologi.
Bagaimana cara mempertahankan jati diri agar
tetap kokoh? Untuk melestarikan kesinambungan kehidupan masyarakat agar tetap
mengacu pada nilai-nilai pancasila tentu saja kita harus menjungjung jati diri
bangsa. Unsur-unsur budaya asing yang sesuai dengan kepribadian bangsa dapat
kita ambil, sedangkan yang tidak sesuai harus kita tinggalkan. Dengan demikian keberadaan
bangsa kita akan terus ada meskipun begitu derasnya pengaruh dari luar.
